20 Juli 2010

Akhwat Sejati

Seorang gadis cilik bertanya pada Ayahnya
“Abi…ceritakan padaku tentang Akhwat Sejati”
Sang Ayah pun menoleh dan tersenyum seraya menjawab
Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari
kecantikan hati yang ada dibaliknya.
Akhwat Sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi dilihat dari
sejauh mana Ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat Sejati bukan dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi dari
keikhlasan Ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat Sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dari
apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat Sejati bukan dilihat dari keahlIannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.
Sang Ayah terdIam sembari menatap putrinya
“Lantas apa lagi Abi…?”

Ketahuilah putriku….
Akhwat Sejati bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat dari
sejauh mana Ia berani mempertaruhkan kehormatannya.
Akhwat Sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari
kekhawatirannya yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujIan yang Ia jalani, tetapi dilihat dari
sejauh mana Ia menghadapi ujian itu dengan Syukur.
Dan Ingatlah…!!!
Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari
sejauh mana Ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.
Setelah itu Sang anak kembali bertanya
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi…?”
Sang Ayah memberikan sebuah buku dan berkata
“Pelajarilah mereka!!”
Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihat sebuah tulisan
“ISTRI PARA NABI”
Meski kita bukanlah salah satu dari Istri Nabi
Tapi meneladaninya adalah sebuah bentuk kecintaan kita terhadap
Allah SWT


sumber : http://ratna.wordpress.com

Kurang Beruntung Bukan Bearti "Sial"

Hari kemarin...bisa dikatakan merupakan hari yang beda dari hari-hari yang lain yang sebelumnya pernah saia alami,,,
ya katakanlah kemarin saia menjalani hari-hari dengan nilai keberuntungan yang sangat kecil...hmmm
Dari mulai pagi-pagi,,,ketika saia mengantar adik saia ke sekolahnya...pas waktu mau pulang motor saia di tabrak angkot..alhasil kaca lampu senjanyah retak..hmm..
Trus..ceritanya kan kemaren itu saia bersama teman kerja saia mau pergi ke kantor pajak, kita janjian tuh di depan bank mandiri pasteur..ternyata saia datang lebih awal dibanding teman saia itu,,padahal kita janjian jam 9.30 [indonesia,,,indonesia,,,susah banget tepat waktu..hhi], nunggu dah tuh di situ ampe setengah jam an. >.<,,
Ceritanya nih udah nyampe dikantor pajak, biasalah ngmabil no antrian trus ngantri deh nunggu panggilan...belum ada hal yang aneh disini..normal-normal ajah..sampai tiba saaynya kita untuk pulang...kita lewat jalan yang menurun (red:mudun kta orang beland mah). untuk balik ke parkiran..tapi tiba-tiba.."sreet...gebblukk !!!".. hoaaa..jatoh dah c saiia..huhu..sakit banget nih,,tapi rasa sakitnya ga sebandingn sama rasa malu,,,huhuhu..semua orang yang ada disitu ngetawain..apalgi stpamnya tuh..ngakak banget, kaya yang puaaass banget liat saya jatoh..>.<!"[awas ya pa kalo ketemu lagih..liatin pokoknya mah...:P]hhi..ngelantur..lanjuuutttt...!!!


Ceritanya lagi nih udah diperjalanan mau balik ke kantor..normal sih...ga da masalah pas saia bawa motor, sampei tiba-tiba mobil dari arah yang berlawanan datang dan ngambil jalan yang jadi hak saia tuh...otomatis saia makin kepinggir dan hilang keseimbangan tuh..pas kaki saia turun..[hmm,,,firasat ga enak nih,,]..ternyata kaki saiia turun pas diatas lumpur,,ergg..kotor deh kaki saiia..>.<!"

Ga lama kemudian...kita ampir nyampe nih kantor...eh..tiba-tiba ujan turun...jaaa..keujanan deh kita..[mungkin mau nyuciin kaki yang ke jeblos lumpur..;))]..
haaah..pokoknya hari kemaren tuh bener-bener hari yang ga diinginkan...
Tapi kan ga mungkin juga kalo hari kemarin diilangin..

Banyak hikmah yang bisa saiia ambil dari kejadian-kejadian kemarin..
1. Saia bisa jadi lebih hati-hati lagi.
2. Semakin percaya dengan adanya takdir dan takjub akan kuasa Tuhan.
3. Mungkin itu semua suatu teguran karena saiia sering ceroboh.
4. dan lain.lain..

Di dunia ini ga ada yang namanya hari sial hanya saja kita kurang persiapan dan kurang berhati-hati dalam menjalankan hari-hari kita...So..jangan pernah bilang hari sial lagih...;)) karena semua hari itu adalah keberuntungan yang Tuhan kasih buat kita...Cheer..:)

16 Juli 2010

Maaf Tuk Berpisah

Kau tau tentang hatiku, yang tak pernah bisa melupakan mu
Kau tau tentang diriku, yang selalu mengenangmu selamanya
Kini kusadari bahwa semua itu adalah salah dan juga keliru
Akan membuat hati menjadi ternodai


Maafkanlah sgala khilaf yang t’lah kita lewati
Tlah membawamu kedalam jalan
yang melupakan Tuhan
Kita memang harus berpisah, tuk menjaga diri
Untuk kembali mengarungi hidup dalam ridho Illahi

Ku tau bahwa dirimu, mendambakan kasih suci yang sejati
Ku yakin bahwa dirimu, merindukkan kasih sayang yang hakiki
Kini kusadari bahwa semua itu adalah salah dan juga keliru
Akan membuat hati menjadi ternodai

Maafkanlah sgala khilaf yang t’lah kita lewati
Tlah membawamu kedalam jalan
yang melupakan Tuhan
Kita memang harus berpisah, tuk menjaga diri
Untuk kembali mengarungi hidup dalam ridho Illahi

Dan bila takdirnya kita bersama
Pastilah Allah kan menyatukan kita...

Aku Ingin Menjadi Seperti Apa yang Engkau Perintahkan

Rabb..
Engkau maha tau isi hatiku
Rasa sayang padanya adalah fitrah yang kau beri untukku


Ya Rabb...
Berikanlah aku ketetapan hati tuk menentukan pilihan
Berikanlah keyakinan bahwa aku takkan menyesalinya kelak
Rabb...

Demi ku gapai cintaMu..akan kutinggalkan dirinya
Walaupun diri ini sukar tuk melupakannya..
Tapi apalah daya...
Antara dirinya dan Engkau...
Kaulah Segala-galanya Ya Rabb...

Rabb...
Engkau yang maha menguasai hatiku..
Kumohon kuatkanlah aku..
Karena aku ingin....
Menjadi Seorang seperti apa yang Engkau perintahkan.

22 Juni 2010

Membaca Kepribadian dari Tas Wanita

Meski tidak sepantasnya kita menilai buku hanya dari sampulnya, ternyata jenis bag organizer yang dibawa sehari-hari bisa mengungkapkan kepribadian seseorang. Entah itu tote bag, backpack, tas selempang. Penasaran anda termasuk tipe yang mana? Simak, yuk!

Tas pundak

Wanita yang mengenakan bag organizer jenis ini biasanya memiliki pemikiran yang serba praktis. Ia tetap ingin tampil oke tanpa harus menjadi korban mode.

Tote bag

si pemakainya adalah sosok riang gembira, easy going dan berjiwa sosial. Tak heran kalau penggemar jenis tas ini bisa tetap tampil segar meski punya banyak kesibukan. Dia adalah sosok yang sibuk menjalani aktivitas kehidupan, berbudi halus, tampil apa adanya alias tak suka membangga-banggakan diri.

Clutch bag

Wanita yang gemar membawa model tas / bag ini bisa dibilang sangat percaya diri untuk menyandang seluruh kehidupannya dalam sebuah tas mungil. Mereka terbiasa mengandalkan pria pendampingnya untuk membawakan kunci mobil, korek api atau benda apa pun yang tak bisa dimasukkan ke dalam tas mungilnya.

Tas jinjing 

Tas jinjing berukuran kecil yang tersandang rapi di bawah pundak menunjukkan kehidupan berkelas si pemakai. Wanita dari kalangan atas atau yang berkarier di gedung-gedung perkantoran megah umumnya akan memilih menggunakan tas model ini. 

Tas amplop

Belakangan tas mungil ini mendadak digemari banyak orang. Terutama oleh mereka yang kerap dituntut oleh keadaan untuk berada di tengah kerumunan. Mandiri, penuh percaya diri, dan nyaman dengan dunia mereka sendiri, merupakan ciri-ciri utama pengguna tas jenis ini. 

Backpack 

Kesan yang langsung mencuat dari tas punggung adalah kasual dan praktis. Penggemar jenis tas / bag ini umumnya adalah sosok yang hangat, selalu berjiwa muda dan dinamis. Banyaknya model backpack rancangan desainer terkenal dan hadir dalam aneka motif yang menarik, membuktikan kalau tas punggung tak lagi identik dengan pulang kampung. 

Tas rajut

Wanita rumahan atau mereka yang menunjukkan tipe keibuan lazimnya merasa nyaman menyandang tas model ini. Wanita pecinta binatang dan tumbuhan yang penuh kasih sayang terhadap sesama ini biasanya amat menyukai sentuhan-sentuhan artistik.


18 Juni 2010

Mengenali HIKMAH dlm Ujian Kehidupan

Kata orang, hidup ini layaknya roda kehidupan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Ada pula yang bilang hidup ini seperti ombak di pantai. Kadang tenang, namun tak jarang pula menghantarkan gelombang yang begitu kencang. Apa pun perumpamaan manusia terhadap kehidupan ini, intinya adalah hidup ini takkan setenang air di dalam kolam. Akan ada goncangan-goncangan, hambatan-hambatan, dan ujian-ujian yang bermacam-macam bentuknya.
Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Bahkan banyak pula yang tak menyadari bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.

Mungkin anda pernah dengar cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. *

Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat karena merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa. Belum lagi kondisi lingkungan, keluarga, dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak perduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing.

Tapi cobalah kita lihat kisah si gelas cantik tadi. Lihatlah, betapa setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik. Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di keluarga, orang tua, teman-teman, tempat kerja, bahkan amanah dakwah sekalipun, tapi percayalah bahwa Allah sedang membentuk anda. Bisa jadi anda tidak menyukai bentukan itu, tapi anda harus sabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin topan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali.

Dulu, seorang teman pernah bilang, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ingat bahwa Allah selalu menurut persangkaan hamba-Nya. Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, anda sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percayalah, kalau anda berhasil menghadapi ujian ini, anda akan berhasil naik tingkat di mata Allah, menjadi mukmin sejati. Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri?

Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya.

Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Allah di dalam dirinya? Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya. -ust.yusuf mansyur network-

1 Juni 2010

Dan Tak Mungkin

Wajahmu, Hatimu, dan tentang dirimu
selalu kan berada di dalam hatiku

Sejak awal bertemu
aku tau rasa itu
namun tak mungkin aku
untuk memilihmu

Dan Tak mungkin untukku
tuk menggapai cintamu
walau rasa di hati
ingin memilikimu

cinta harus berkorban
walau harus menunggu selamanya
ku tau…
kau bukan untukku

Tuk menggapai cintamu
walau rasa di hati
ingin memilikimu

cinta harus berkorban
walau harus menunggu selamanya
ku tau…
kau bukan untukku